Koja Bigetron Targetkan Performa Lebih Tinggi di FFWS 2026

Cakra

Updated on:

Easterfeeds, Jakarta  – Berstatus juara SEA sekaligus FMVP, Koja justru tidak mau mengulang performa lamanya. Pemain Bigetron itu menegaskan ingin tampil jauh lebih baik di FFWS Global Finals 2026, yang akan digelar di Bangkok, Thailand pada 6-29 November.

Dalam sesi wawancara, Koja dihadapkan pada peran gandanya sebagai IGL sekaligus bomber. Ia diminta menjelaskan bagaimana menyeimbangkan tanggung jawab membaca permainan dengan tuntutan menghasilkan eliminasi di pertandingan bertekanan tinggi.

Kunci Koja: Percaya Diri dan Percaya Tim

Jawaban Koja cukup sederhana. Menurutnya, kuncinya ada pada kepercayaan, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap rekan satu tim.

Ia menilai, jika dirinya mampu menjalankan perannya di momen-momen krusial, rasa percaya diri akan ikut meningkat. Kepercayaan terhadap tim pun akan menyusul.

FMVP SEA Fall, Koja Akui Setengahnya Kerja Tim

Di FFWS SEA 2026 Fall, Koja mencatatkan 27 eliminasi dan 20.404 damage sepanjang Grand Final hingga meraih gelar FMVP. Ia diminta menakar seberapa besar performa itu berasal dari kemampuan individunya dan seberapa besar dari sistem permainan Bigetron.

Koja menjawab porsinya fifty-fifty. Ia menyebut tim juga memberikan kontribusi dan masukan, sementara ia sendiri bertugas membaca apakah masukan tersebut tepat atau tidak.

Saat ditanya bagaimana jika performanya sulit sama seperti di SEA Fall, Koja langsung menjawab soal target. Ia ingin tampil lebih baik dari yang ia tunjukkan di level Asia, dengan kemampuan individu yang lebih ditajamkan dan diasah.

Evaluasi: Sniper Jadi Pekerjaan Rumah

Koja juga terbuka soal evaluasi pribadinya. Ia ingin kembali berlatih menggunakan sniper, karena baru beberapa bulan memainkannya.

“Karena, ya, karena kebutuhan tim jadi Koja harus paksain untuk main sniper itu doang.”

Pernyataan tersebut menunjukkan Koja mengambil peran itu demi kebutuhan tim.

Tiga Wakil Indonesia, Bangkok Jadi Target

Bigetron menuju Global Finals sebagai juara SEA Fall, sedangkan ONIC finis di posisi ketujuh. Koja ditanya apakah Bigetron lebih siap bersaing di level dunia dibandingkan ONIC maupun RRQ.

Ia tidak menempatkan Bigetron di atas dua tim lain. Menurutnya, ketiga tim Indonesia sudah siap dan tidak ada yang kurang. Hasil kemarin, kata Koja, hanya soal belum rezeki.

Ia berharap di Bangkok, Indonesia bisa menempati posisi satu, dua, dan tiga. Ketika ditanya apa yang membuat Bigetron unggul dari dua tim Indonesia lainnya, ia menjawab singkat dengan nada bercanda: mereka tidak punya Koja, jadi berbeda.

Pesan untuk Tim Indonesia Lain

Sebagai pemegang gelar FMVP dan juara SEA, Koja turut diminta memberi saran agar tim-tim Indonesia lain bisa bersaing di Asia Tenggara hingga level dunia. Pesannya: jaga semangat bermain, berdoa, minta doa restu orang tua, dan percaya bahwa kalian mampu menjadi seperti yang diinginkan.


Buat kalian yang belum dan ingin mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami.

Leave a Comment