Masih SMP, Ahnaf Ingin Jadi Next Rasya EVOS di FFNS 2026

Cakra

Updated on:

Gelaran Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 kembali melahirkan talenta-talenta muda yang mencuri perhatian. Salah satunya adalah Ahnaf, pemain muda dari tim Borneo Hilang Arah yang digadang-gadang sebagai calon wonderkid baru di skena kompetitif Free Fire Indonesia.

Masih duduk di bangku kelas 3 SMP, Ahnaf menjadi salah satu pemain termuda yang tampil di FFNS 2026. Bahkan, dalam wawancara bersama media, ia secara terang-terangan mengaku ingin mengikuti jejak Rasya EVOS sebagai pemain muda yang sukses menembus level tertinggi.

Perjalanan Ahnaf Bergabung Bersama Borneo Hilang Arah

Coach Kasa mengungkapkan bahwa Ahnaf sebenarnya sudah bergabung bersama Borneo Hilang Arah sekitar dua bulan sebelum FFNS 2026 berlangsung. Menurutnya, proses perekrutan bermula dari pemain-pemain Borneo yang lebih dulu melihat potensi besar Ahnaf.

“Awalnya Ahnaf diajak oleh pemain Borneo untuk ikut turnamen-turnamen FFNS. Saat itu tim kami juga belum punya coach. Saya kemudian masuk untuk membantu mengarahkan mereka supaya permainan tim lebih terstruktur,” ujar Coach Kasa.

Meski nama timnya unik, Borneo Hilang Arah justru mulai menemukan arah permainan setelah kehadiran sang pelatih dan berkembang menjadi salah satu tim yang mampu melaju hingga Grand Final FFNS 2026.

Prestasi Jadi Kunci Meyakinkan Orang Tua

Usia Ahnaf yang masih sangat muda membuat dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam kariernya sebagai pemain profesional.

Coach Kasa menjelaskan bahwa pendekatan kepada orang tua dilakukan melalui bukti prestasi yang sudah diraih Ahnaf, termasuk finis sebagai runner-up di Dana Community Cup.

Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa dunia esports mampu memberikan prestasi sekaligus peluang bagi pemain muda tanpa harus mengorbankan pendidikan.

Sementara itu, Ahnaf mengaku dirinya meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk mengikuti FFNS setelah menunjukkan hasil yang telah ia capai di berbagai turnamen.

“Aku bilang mau ikut FFNS, turnamen terbesar di Indonesia. Orang tua akhirnya mengizinkan karena sebelumnya aku sudah dapat juara dua Dana Community Cup,” ungkap Ahnaf.

Berawal dari Lingkungan Rumah

Ketertarikan Ahnaf terhadap Free Fire ternyata muncul dari lingkungan tempat tinggalnya.

Ia bercerita bahwa sejak kecil banyak teman di sekitar rumah yang memainkan Free Fire. Dari situlah ia mulai ikut bermain menggunakan ponsel milik orang tuanya sebelum akhirnya menekuni game tersebut secara serius.

Sejak awal, Ahnaf memang memiliki cita-cita menjadi pro player.

“Banyak orang di dekat rumah main Free Fire, jadi aku ikut main. Dari situ aku tekuni sampai bisa masuk esports,” katanya.

Tetap Utamakan Sekolah

Meski kini aktif berlatih bersama tim, Ahnaf tetap berusaha menjaga keseimbangan antara pendidikan dan karier sebagai atlet esports.

Ia mengaku selalu fokus belajar saat berada di sekolah, sedangkan waktu di rumah digunakan untuk berlatih dan melakukan scrim bersama tim.

“Kalau di sekolah fokus belajar. Kalau sudah di rumah baru fokus main game,” jelasnya.

Bahkan, Ahnaf juga berpesan kepada pemain seusianya agar tidak hanya mengejar konten viral, tetapi lebih banyak berlatih jika ingin dilirik tim profesional.

“Jangan cuma bikin konten. Harus latihan terus, upload gameplay juga di TikTok supaya banyak coach yang lihat. Tapi jangan tinggalkan belajar karena masa depan juga penting.”

Ingin Mengikuti Jejak Rasya EVOS

Di penghujung wawancara, Ahnaf mengungkapkan arti FFNS bagi dirinya. Menurutnya, turnamen tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan namanya kepada publik sekaligus membuka jalan menuju level internasional.

Ia bahkan menyebut sosok Rasya EVOS sebagai pemain yang ingin dijadikannya panutan.

“FFNS adalah langkah awal saya buat jadi next wonderkid kayak Rasya, supaya nama Ahnaf bisa dikenal dan suatu saat bisa jadi juara dunia.”

Pernyataan tersebut menjadi gambaran besarnya mimpi pemain muda asal Yogyakarta itu. Dengan usia yang masih sangat belia serta dukungan penuh dari keluarga dan tim, Ahnaf berpeluang menjadi salah satu rising star berikutnya yang lahir dari FFNS.

Kini, perjalanan Ahnaf di dunia kompetitif Free Fire baru saja dimulai. Jika terus berkembang dan konsisten menjaga performa, bukan tidak mungkin publik akan melihat kemunculan wonderkid baru yang mengikuti jejak Rasya EVOS di panggung esports Indonesia.

Leave a Comment