Adrian Dewa United Horus Jadikan FFNS 2026 Spring Ajang Balas Dendam

Cakra

Adrian Dewa United Horus Jadikan FFNS 2026 Spring Ajang Balas Dendam: Dua Tahun Gagal, Kini Wajib Juara

Setelah finis sebagai runner-up di FFNS Spring sebelumnya, Dewa United Horus datang ke FFNS 2026 Spring dengan ambisi yang jauh lebih besar. Bagi Adrian, turnamen kali ini bukan sekadar kesempatan berburu gelar, tetapi juga menjadi momen untuk membalas kegagalan yang sudah dirasakan selama dua tahun terakhir.

Dalam sesi wawancara bersama media, Adrian mengaku bahwa FFNS memiliki makna yang sangat personal baginya.

“Buat gue sih balas dendam sih, soalnya selama gue dua tahun ini gagal terus.”

Pernyataan tersebut menjadi gambaran jelas bagaimana besar motivasi yang dibawa oleh pemain Dewa United Horus menuju kompetisi musim ini.

Bukan Takut Lawan, Adrian Justru Paling Waspadai Tim Sendiri

Menariknya, ketika ditanya mengenai tim yang paling diwaspadai, Adrian memang menyebut KGNR sebagai salah satu kandidat kuat yang berpotensi bangkit kembali.

Menurutnya, performa KGNR masih layak diperhitungkan karena memiliki peluang besar untuk melakukan bounce back.

Meski begitu, Adrian justru menilai ancaman terbesar datang dari dalam timnya sendiri.

“Yang paling diwaspadai tetap tim gue sendiri.”

Ia menjelaskan bahwa skuad Dewa United Horus kini sudah jauh lebih matang dibanding sebelumnya, sehingga ekspektasi terhadap performa tim juga semakin tinggi.

KG Raph Jadi Player yang Paling Diwaspadai

Untuk kategori pemain, Adrian tanpa ragu menunjuk KG Raph sebagai lawan yang harus mendapatkan perhatian khusus.

Menurutnya, Raph merupakan pemain yang mampu menjadi pembeda di setiap pertandingan berkat performa individunya yang konsisten.

Hal tersebut menunjukkan bahwa meski percaya diri dengan kekuatan tim sendiri, Adrian tetap menghormati kualitas pemain-pemain terbaik yang tampil di FFNS musim ini.

Kegagalan di Palembang Jadi Pelajaran Terbesar

Dewa United Horus memang nyaris meraih gelar pada FFNS Spring sebelumnya. Namun hasil tersebut harus berakhir dengan status runner-up.

Adrian mengungkapkan bahwa penyebab utama kegagalan tim saat itu adalah kurang tenang ketika menghadapi situasi-situasi penting.

“Kalau kesalahan di Palembang sih karena kurang tenang.”

Beruntung, pengalaman tampil di turnamen FMI menjadi bekal berharga bagi Dewa United Horus untuk memperbaiki kekurangan tersebut.

Menurut Adrian, satu hal yang paling penting untuk dibawa menuju FFNS 2026 Spring hanyalah ketenangan.

“Kuncinya tenang doang.”

Tebar Psywar untuk Shadow Esports

Selain membicarakan target tim, Adrian juga sempat melontarkan psywar kepada para rivalnya.

Ia meminta seluruh peserta agar tidak lagi meremehkan Dewa United Horus karena timnya datang dengan target yang jelas, yakni menjadi juara.

“Jangan terlalu meremehkan tim gue.”

Ketika ditanya secara khusus mengenai Shadow Esports, Adrian bahkan memberikan jawaban yang cukup menantang.

“Tim Shadow jangan berharap juara lah.”

Pernyataan tersebut semakin memanaskan persaingan menjelang dimulainya FFNS 2026 Spring.

Leave a Comment