
Melihat perkembangan tersebut, media menanyakan kepada caster Shegi Julia mengenai kemungkinan meta double sniper kembali digunakan pada Week 2. Menurutnya, strategi tersebut masih sangat mungkin dipertahankan karena terbukti efektif bagi sejumlah tim.
Shegi Julia Prediksi Double Sniper Masih Digunakan
Shegi Julia menilai penggunaan dua sniper belum akan berakhir setelah Week 1. Bahkan, ia memprediksi strategi tersebut akan kembali terlihat pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
“Pasti terjadi lagi, apalagi di beberapa tim efektif,” ujar Shegi Julia.
Salah satu contoh yang disorot adalah AGL. Menariknya, AGL tidak menggunakan dua pemain yang sepenuhnya berposisi sebagai sniper. Salah satu pemain mereka, Barus, disebut bukan merupakan pure sniper. Meski demikian, peran tersebut ternyata tetap mampu memberikan dampak positif terhadap permainan tim.
“Salah satunya AGL, meskipun mereka tidak pakai dua pure sniper. Baros sebenarnya bukan pure sniper, tetapi ternyata cukup efektif,” jelas Shegi Julia.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa efektivitas meta double sniper tidak hanya bergantung pada profil pemain, tetapi juga bagaimana sebuah tim mengintegrasikan peran tersebut ke dalam strategi mereka.
Efektivitas Double Sniper Tidak Hanya Terlihat di Tim Pencetus
Hal lain yang menjadi perhatian Shegi Julia adalah perkembangan meta tersebut justru tidak sepenuhnya didominasi oleh tim yang sebelumnya dikenal sebagai pencetus atau pengguna awal strategi double sniper.
Bigetron Vitality menjadi salah satu tim yang dikaitkan dengan penggunaan strategi tersebut. Namun, perkembangan Week 1 menunjukkan bahwa tim lain juga mulai menemukan cara untuk mengoptimalkan permainan dua sniper.
“Yang menarik adalah ternyata efektifnya ini bukan di tim-tim yang tadinya membuat meta tersebut, salah satunya Bigetron Vitality,” kata Shegi Julia.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat meta double sniper semakin menarik karena strategi yang awalnya identik dengan beberapa tim kini mulai diadaptasi oleh peserta lainnya.
Update Patch Ikut Mendukung Meta Sniper
Shegi Julia juga melihat adanya faktor lain yang membuat meta double sniper berpotensi bertahan lebih lama, yaitu update patch terbaru yang memberikan peningkatan terhadap aspek sniper dan sejumlah senjata terkait.
Dengan adanya dukungan dari perubahan patch, penggunaan sniper dinilai semakin memiliki tempat dalam strategi kompetitif. Karena itu, Shegi Julia memperkirakan meta tersebut masih akan berkembang di pertandingan selanjutnya.
“Kita tahu meta dua sniper ini didukung dengan update patch yang meningkatkan dari segi sniper, untuk senjata dan segala macamnya. Makanya menurut aku akan berlanjut ke depannya,” ujarnya.
RRQ Mulai Mencoba Meta Double Sniper
Untuk tim Indonesia, penerapan double sniper juga mulai terlihat. Shegi Julia menyebut RRQ sebagai salah satu tim yang mulai mencoba strategi tersebut setelah sebelumnya Bigetron Vitality lebih dulu dikenal dengan pendekatan dua sniper.
Namun, penerapan strategi ini tidak langsung memberikan hasil maksimal bagi RRQ pada Week 1. Salah satu faktor yang disebut Shegi Julia adalah perubahan peran Dutzz.
Duds sebelumnya lebih terbiasa menjalankan peran sebagai bomber yang bermain dalam jarak relatif dekat. Ketika harus menjalankan peran sniper, gaya bermain tersebut tentu membutuhkan penyesuaian.
“Mungkin kenapa di Week 1 RRQ belum sebegitu bagusnya main dua sniper karena yang main dua snipernya Dutzz. Dia bukan pure sniper. Dutzz adalah seorang bomber sebelumnya,” jelas Shegi Julia.
Perubahan tersebut membuat Duds harus beradaptasi dengan tuntutan permainan sniper yang membutuhkan positioning, pengambilan keputusan, dan konsistensi tembakan dari jarak jauh.
Tim Indonesia Dituntut Beradaptasi dengan Cepat
Meski peluang penggunaan double sniper semakin terbuka, Shegi Julia menilai tim-tim Indonesia menghadapi tantangan lain, yaitu waktu adaptasi yang relatif singkat.
Rangkaian FFWS SEA 2026 Fall berlangsung dalam beberapa pekan. Kondisi tersebut membuat tim tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan eksperimen dan menunggu sebuah strategi berkembang secara perlahan.
“Yang menarik kan SEA ini ada empat minggu. Jadi sebenarnya proses adaptasi itu lumayan berat buat mereka, harus cepat,” tutur Shegi Julia.
Situasi tersebut membuat Week 2 menjadi momentum penting bagi tim Indonesia untuk menunjukkan perkembangan mereka. Terlebih, setiap pertandingan dapat menjadi kesempatan untuk menguji efektivitas strategi yang baru diterapkan.
Week 2 Jadi Pembuktian Meta Double Sniper
Perkembangan meta double sniper di Week 2 FFWS SEA 2026 Fall menarik untuk dinantikan. Selain melihat apakah RRQ mampu meningkatkan efektivitas strategi tersebut, perhatian juga akan tertuju pada bagaimana tim lain merespons penggunaan sniper sebagai bagian penting dari komposisi permainan.
Jika strategi ini kembali menghasilkan performa positif, bukan tidak mungkin double sniper semakin menguat sebagai salah satu meta utama di FFWS SEA 2026 Fall. Sebaliknya, tim yang mampu menemukan cara efektif untuk menghadapi sniper juga berpeluang mendapatkan keunggulan strategis.
Dengan dukungan update patch, keberhasilan beberapa tim, serta mulai munculnya adaptasi dari tim Indonesia, prediksi Shegi Julia bahwa meta double sniper akan berlanjut menjadi salah satu hal yang layak diperhatikan sepanjang Week 2 FFWS SEA 2026 Fall.
Buat kalian yang belum dan ingin mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami.





