Easterfeeds, Jakarta – Pemain asal Thailand, Poom, mengungkap tantangan yang dihadapinya setelah bergabung dengan ONIC di FFWS SEA 2026 Fall. Meski sudah menjalani latihan bersama sebelum kompetisi, proses adaptasi dengan mayoritas pemain Indonesia tetap menghadirkan kendala, terutama dalam hal komunikasi saat memasuki fase late game.

Poom mengakui bermain bersama ONIC memberikan pengalaman yang cukup berbeda dibandingkan tim-tim yang pernah dibelanya di Thailand. Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya asing karena dirinya sudah memiliki kesempatan untuk berlatih bersama para pemain ONIC sebelum FFWS SEA 2026 Fall dimulai.
“Rasanya cukup berbeda, karena selama ini saya selalu bermain di tim Thailand. Tapi sebenarnya tidak terlalu asing juga, karena sebelumnya kami sudah sempat latihan bersama,” ujar Poom.
Komunikasi Late Game Jadi Tantangan Poom di ONIC
Menurut Poom, persoalan utama justru muncul ketika pertandingan memasuki fase late game. Pada momen krusial tersebut, ONIC masih membutuhkan sosok yang dapat memberikan arahan kepada kapten ketika harus mengambil keputusan penting.
Kondisi tersebut membuat Poom turut mengambil peran dalam memberikan arahan selama pertandingan. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri karena dirinya harus memastikan informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan cepat oleh rekan satu tim.
“Masalahnya ada di late game. Saat ini belum ada orang yang bisa memberikan arahan kepada kapten, jadi saya yang harus membantu memberikan arahan,” ungkapnya.
Peran tersebut kemudian membuat kemampuan bahasa menjadi salah satu aspek yang harus segera ditingkatkan oleh Poom. Sebagai pemain Thailand yang kini bermain bersama mayoritas pemain Indonesia, komunikasi menjadi bagian penting dalam membangun chemistry di dalam pertandingan.
“Karena itu, saya juga harus belajar bahasa Indonesia lebih banyak. Itu yang menjadi kendala saya,” lanjut Poom.
Poom Harus Beradaptasi dengan Gaya Bermain ONIC
Bergabungnya Poom membawa pengalaman dari skena kompetitif Thailand ke dalam skuad ONIC. Namun, perbedaan bahasa dan kebiasaan komunikasi membuat proses adaptasi tidak hanya berkaitan dengan gameplay.
Terlebih, komunikasi menjadi faktor penting ketika pertandingan memasuki fase akhir. Kesalahan dalam menyampaikan informasi atau keterlambatan mengambil keputusan dapat berdampak besar terhadap peluang sebuah tim untuk bertahan hingga akhir pertandingan.
Karena itu, Poom kini memiliki pekerjaan tambahan di luar meningkatkan performanya sebagai pemain. Ia juga perlu mempercepat kemampuan berbahasa Indonesia agar koordinasi bersama rekan-rekan setimnya dapat berjalan lebih efektif.
Week 2 Jadi Kesempatan ONIC Perbaiki Komunikasi
Memasuki Week 2 FFWS SEA 2026 Fall, proses adaptasi Poom bersama ONIC akan menjadi salah satu hal yang menarik untuk diperhatikan. Dengan semakin banyaknya waktu latihan dan pertandingan bersama, komunikasi di dalam tim diharapkan dapat berkembang menjadi lebih solid.
Jika Poom mampu semakin nyaman berkomunikasi dengan pemain ONIC, perannya dalam memberikan arahan saat late game juga berpotensi menjadi salah satu kekuatan tambahan bagi tim.
Bagi ONIC, memperbaiki komunikasi bukan hanya soal memahami bahasa satu sama lain, tetapi juga membangun pemahaman mengenai cara mengambil keputusan dalam situasi-situasi krusial. Hal tersebut akan menjadi pekerjaan penting bagi ONIC untuk menghadapi persaingan di pekan berikutnya.
Buat kalian yang belum dan ingin mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami.





