Efek Rasyah dan Reyy Absen, EVOS Divine Diambang Degradasi

Cakra

Easterfeeds, Jakarta  Gelar juara dunia ternyata tidak cukup menyelamatkan EVOS Divine dari ancaman nyata: tersingkir dari FFWS SEA 2026 Fall. Berdasarkan siaran pers resmi Garena Indonesia yang diterbitkan pada 31 Agustus 2026, EVOS Divine hanya mampu finis di peringkat ke-11 pada hari ketiga pekan ketiga dengan raihan 48 poin hasil yang jauh dari standar sang Juara Esports World Cup 2025: Free Fire.Sementara EVOS terus berjibaku mencari bentuk permainan terbaiknya, dua wakil Indonesia lain justru melesat lebih dulu ke Grand Finals. Bigetron by Vitality (BTR) memastikan tiket pada pekan ketiga hari kedua, disusul ONIC sehari kemudian setelah memuncaki klasemen akhir hari ketiga. Kontras performa ini membuat posisi EVOS Divine semakin mencolok dan semakin menekan.

Efek Rasyah dan Reyy yang Memilih Rehat

Menurut siaran pers tersebut, keterpurukan EVOS Divine tidak lepas dari absennya dua pemain, Rasyah dan Reyy, yang memilih untuk beristirahat. Efeknya jelas: EVOS terus berjibaku dalam menemukan chemistry dan ritme permainan, sesuatu yang seharusnya sudah matang di level tim sebesar mereka.

Ini bukan sekadar soal dua slot roster yang kosong. Ketika satu tim sekelas juara dunia langsung kehilangan arah permainan begitu dua nama itu absen, wajar muncul opini bahwa performa EVOS Divine selama ini mungkin terlalu bertumpu pada individu tertentu, bukan sistem tim yang benar-benar solid. Jika opini ini benar, maka rehatnya Rasyah dan Reyy bukan sekadar kehilangan pemain, melainkan bukti bahwa fondasi tim ini rapuh dari awal.

Bayang-Bayang Degradasi Kian Nyata

Siaran pers resmi bahkan menyebutkan secara gamblang bahwa jika EVOS Divine masih hilang arah, tak menutup kemungkinan sang juara dunia akan gagal melaju ke Surabaya dan malah harus terdegradasi. Ini bukan opini media, melainkan peringatan langsung yang tersirat dari data performa yang ada.

Skenarionya kini keras: pekan keempat Knockout Stage yang berlangsung 4–6 September 2026 menjadi kesempatan terakhir. Berbeda dari pekan-pekan sebelumnya, tidak ada lagi jalan tambahan bagi tim yang gagal. Hanya enam tim teratas yang melaju ke Grand Finals, sementara enam tim terbawah harus mengakhiri perjalanan mereka di FFWS SEA 2026 Fall dan EVOS Divine saat ini berada di zona yang sangat rawan.

Bukan Cuma EVOS yang Berjuang, Tapi Tekanan Terbesar Ada di Sana

RRQ Kazu dan MBR Omega juga belum mengamankan tiket dan harus kembali berjuang di pekan keempat. RRQ Kazu finis di peringkat ketujuh dengan 63 poin, sementara MBR Omega satu peringkat di atasnya dengan 75 poin. Namun siaran pers resmi Garena menyebut secara eksplisit bahwa tekanan terbesar justru berada di pundak para punggawa EVOS Divine, mengingat status mereka sebagai juara dunia yang kini justru berjuang di posisi terbawah.

Status besar itu kini menjelma jadi beban ganda. EVOS Divine harus membuktikan bahwa gelar juara dunia bukan sekadar sejarah, melainkan modal nyata untuk bangkit dari tekanan sebelum pekan keempat benar-benar menutup jalan mereka menuju Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall di Surabaya.


Buat kalian yang belum dan ingin mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami.

Leave a Comment