Coach AFM Soroti Unexpected Gameplay ONIC di FFWS Global Finals

Cakra

Ini bakal jadi Global pertama bagi ONIC, sekaligus Global pertama dengan 24 tim yang berlaga. Menjelang FFWS Global Finals, Coach AFM menyebut satu hal yang paling penting untuk disiapkan: unexpected gameplay.

Alasannya sederhana. Banyak tim datang dari region yang jarang dihadapi ONIC, seperti India dengan 3 tim, Bangladesh 2 tim, Pakistan, Nepal, hingga Amerika Utara yang juga terbilang baru.

Sulit Prediksi Dropzone dan Rotasi Lawan

Berbeda dengan di SEA, di mana ONIC sudah hafal pergerakan para lawan, kali ini tim belum bisa memprediksi titik turun maupun rotasi dari tim-tim region baru. Karena itu, Coach AFM menekankan pentingnya mengelola gameplay tak terduga dari lawan, sekaligus emosi tim saat menghadapinya.

“Gue udah latih anak-anak buat naikin power spike, jadi apapun kondisinya, kalau emang kita harus spike, ya spike deh.”

Tak Ada Underdog, Tim India Jangan Diremehkan

Ditanya soal tim underdog di antara 24 peserta, Coach AFM menjawab tidak ada. Menurutnya, tim kuat masih akan didominasi region Thailand dan Brasil. Namun, tim-tim unexpected seperti India tetap harus diwaspadai.

Ia mengacu pada data: dua tim India lolos ke Final EWC kemarin. Artinya, status baru di Global tidak boleh membuat mereka dianggap remeh, dan hal itu yang ditanamkan ke para pemain ONIC.

Team Fight Jadi Senjata ONIC

Soal pembeda ONIC dari tim lain, Coach AFM menunjuk kekuatan team fight. Di Grand Final kemarin, ONIC disebut cukup mendominasi dari sisi kill, bahkan menempati posisi teratas di 9 match awal.

Performa itu sempat turun di match 10 dan 11, ketika ONIC berada di peringkat 6 hingga 7 karena BTR naik setelah menjuarai match. Kendala utamanya, kata Coach AFM, adalah ONIC tidak bisa mendapatkan Booyah. Menurutnya, tim dengan power fight terbaik di 1v1 adalah yang seharusnya mendapat respect, baru kemudian soal Booyah.

Dropzone Masih Sama, Motros Paling Ramai

Untuk dropzone, ONIC masih mempertahankan titik yang dipakai di Grand Final SEA. Persinggungan dengan tim region lain paling ramai terjadi di Motros, dengan 4 sampai 5 tim berebut area yang sama.

Coach AFM mengaku akan melihat perkembangannya di scrim dan test device, untuk mengetahui siapa yang pindah dan siapa yang mengalah. Di luar Motros, ia menyebut ONIC relatif aman, dengan potensi tabrakan hanya dengan satu tim seperti GD.

Leave a Comment