Dengan perubahan tersebut, ONIC memiliki sejumlah kemungkinan komposisi pemain yang dapat digunakan. Setidaknya terdapat tiga skenario yang menarik untuk diperhatikan.
Kemungkinan 1: Poom – Crime – Putra – Adam
Komposisi pertama menghadirkan Poom, Crime, Putra, dan Adam. Formasi ini menjadi opsi yang cukup menarik apabila ONIC ingin tetap mempertahankan pendekatan double sniper.
Dalam skenario ini, Crime diproyeksikan tidak hanya bermain sebagai pemain dengan kemampuan menembak jarak jauh, tetapi juga harus mengambil tanggung jawab sebagai Bomber sekaligus IGL. Peran tersebut membuat Crime memiliki tugas penting dalam mengatur tempo permainan sekaligus memberikan arahan ketika ONIC memasuki fase krusial.
Sementara itu, Putra dapat menjadi opsi cadangan untuk peran Bomber. Menariknya, Putra tetap bisa menjalankan tugas utamanya sebagai Rusher 2. Dengan hadirnya Adam sebagai ujung tombak agresivitas, ONIC berpotensi mempunyai dua pemain yang mampu memberikan tekanan ketika melakukan eksekusi.
Kemungkinan 2: Poom – Crime – Geday – Adam/Putra
Skenario kedua mengarah pada komposisi Poom, Crime, Geday, serta Adam atau Putra. Dibandingkan opsi pertama, formasi ini lebih mengarah kepada setup yang mengutamakan pertahanan dan kontrol area.
ONIC dapat memainkan double sniper dan double bomber. Strategi tersebut memungkinkan mereka untuk menjaga jarak, mengontrol ruang menggunakan utility, sekaligus menghambat pergerakan lawan sebelum melakukan eksekusi.
Dalam skema seperti ini, Adam atau Putra bisa berperan sebagai umpan untuk membuka ruang bagi tiga pemain lainnya. Ketika lawan terpancing untuk melakukan pengejaran atau membuka posisi, ONIC dapat memanfaatkan celah tersebut untuk melakukan counter attack.
Jika berjalan sesuai rencana, skema ini memungkinkan tiga pemain lainnya bermain lebih maksimal karena lawan sudah kehilangan fokus akibat pressure dari pemain depan.
Kemungkinan 3: Poom – Geday – Putra – Adam
Opsi terakhir menjadi skenario yang paling agresif. ONIC dapat menurunkan Poom, Geday, Putra, dan Adam dengan mengandalkan satu sniper serta kekuatan agresivitas dari dua Rusher.
Dalam komposisi ini, Poom dapat menjadi sumber damage dari jarak jauh, sementara Putra dan Adam menjadi dua pemain yang memberikan tekanan dari lini depan. Geday kemudian dapat mengisi kebutuhan tim dalam hal support dan utility, termasuk membantu membuka peluang ketika ONIC melakukan push.
Keunggulan utama skenario ini berada pada agresivitas dua Rusher. Adam yang dikenal berani mengambil duel dapat menjadi pemecah formasi lawan, sementara Putra memberikan opsi pressure kedua ketika ONIC mulai melakukan eksekusi.
Kembalinya Adam Bisa Mengubah Gaya Main ONIC
Kembalinya Adam bukan sekadar pergantian nama dalam roster. Kehadirannya dapat mengubah cara ONIC membangun permainan, terutama ketika tim membutuhkan pemain yang berani mengambil risiko dalam duel.
Jika ONIC memilih mempertahankan meta double sniper, Adam dapat menjadi pemain yang bertugas membuka ruang setelah lawan mendapatkan tekanan dari jarak jauh. Namun, apabila ONIC memilih bermain lebih agresif dengan satu sniper, kombinasi Adam dan Putra berpotensi menjadi senjata utama untuk mengacak-acak pertahanan lawan.
Di sisi lain, keputusan akhir tetap akan bergantung pada kebutuhan strategi ONIC dan kondisi pertandingan. Dengan persaingan FFWS SEA 2026 Fall yang semakin ketat, fleksibilitas roster menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga konsistensi performa.
Adam Siap Kembali Panaskan Panggung FFWS SEA?
Nama Adam jelas bukan nama baru di skena kompetitif Free Fire. Gaya bermain agresifnya memberikan ONIC opsi tambahan ketika strategi pasif atau permainan jarak jauh tidak berjalan sesuai rencana.
Kini menarik untuk melihat apakah ONIC benar-benar akan kembali mempercayakan panggung kepada Adam setelah sebelumnya menggunakan Demon. Jika keputusan tersebut terealisasi, perubahan ini bisa menjadi salah satu kunci ONIC dalam mencari formula terbaik untuk menghadapi fase berikutnya FFWS SEA 2026 Fall.
Satu hal yang pasti, kembalinya sang Rusher Ego berpotensi membuat permainan ONIC semakin agresif. Apakah Adam mampu menjawab kepercayaan tersebut dan membawa ONIC kembali bersaing di papan atas? Jawabannya akan terlihat ketika ONIC kembali turun ke arena.
Buat kalian yang belum dan ingin mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami.





