Dalam sesi wawancara, isu ini langsung dilempar ke Coach AFM dari ONIC, yang timnya sudah lebih dulu mengamankan slot di Grand Final FFWS SEA 2026 Fall. Pertanyaannya sederhana: seberapa besar harapannya melihat kelima tim Indonesia lolos semua, mengingat hal ini belum pernah terjadi sebelumnya di ajang SEA?
Coach AFM: Bangga Sebagai Orang Indonesia, Tapi Realistis Sebagai ONIC
Coach AFM mengakui momen lima tim Indonesia lolos bersamaan memang belum pernah terjadi. Namun ia langsung menegaskan bahwa hampir semua tim yang sudah lolos ke Final sebenarnya tidak benar-benar berharap semua tim lain ikut lolos.
Alasannya bukan soal gengsi, melainkan soal beban kompetitif di dalam Grand Final itu sendiri. Semakin banyak tim yang bersaing, semakin rumit variabel yang harus dipikirkan setiap tim yang berlaga.
“Ada yang harus mikir degradasi, mikir lolos ke global, mikir juara — fokusnya jadi buyar.”
Ia membedakan dua sudut pandang secara terbuka. Sebagai orang Indonesia, tentu wajar berharap kelima tim bisa lolos semua. Tapi sebagai bagian dari ONIC, harapannya justru berbeda.
“Kalau sebagai ONIC, pengennya empat. Siapapun timnya pasti begitu kalau ditanya.”
Coach Chrisjo Sepakat: Terlalu Banyak Variabel di Final
Pandangan senada datang dari Coach Chrisjo, pelatih Bigetron by Vitality, yang juga dimintai tanggapan soal isu yang sama. Ia menyebut sudah memegang prinsip ini sejak beberapa season lalu, bukan sekadar reaksi spontan menjawab pertanyaan.
“Sama. Prinsip yang sudah saya terapkan dari season-season awal. Lebih baik empat saja.”
Menurutnya, kombinasi antara perebutan gelar juara, perjuangan lolos ke ajang global, dan ancaman degradasi dalam satu turnamen yang sama membuat situasi di Grand Final FFWS SEA 2026 Fall jadi terlalu padat secara mental maupun strategi.
Dilema Antara Nasionalisme dan Kepentingan Tim
Jawaban dari dua pelatih ini menggambarkan dilema yang cukup jujur di kalangan pelaku kompetitif menjelang puncak FFWS SEA 2026 Fall. Di satu sisi, dominasi lima tim Indonesia di Grand Final jelas jadi pencapaian yang bisa dibanggakan secara kolektif. Di sisi lain, dari kacamata tim yang sedang berjuang meraih gelar, semakin banyak lawan sekelas berarti semakin besar pula tekanan yang harus dihadapi.
Baik Coach AFM maupun Coach Chrisjo sama-sama tidak menampik kebanggaan atas performa tim-tim Indonesia musim ini. Namun keduanya kompak menempatkan kepentingan tim masing-masing sebagai prioritas ketika situasinya menyangkut persaingan langsung di panggung Grand Final.
Buat kalian yang belum dan ingin mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami.





