Coach Leem: Bukan Soal Satu Individu
Ditanya soal narasi “Rasyah-sentris” tersebut, Coach Leem dari EVOS Divine menegaskan bahwa penilaian itu tidak sepenuhnya tepat. Menurutnya, penurunan performa bukan berasal dari hilangnya satu pemain saja, melainkan menyeluruh di seluruh line-up.
“Menurut saya tidak. Memang kami sedang underperform semuanya. Yang under bukan satu orang saja, semua juga under. Jadi bukan persoalan satu individu,” ujar Coach Leem.
Ia pun mengonfirmasi bahwa yang terjadi adalah penurunan performa secara kolektif, bukan imbas dari kehilangan satu nama besar di roster.
Abaax Ungkap Biang Kerok: Meta Dua Sniper dan Komunikasi yang Belum Klik

Lebih jauh, Abaax menjelaskan penyebab konkret di balik performa EVOS yang belum stabil musim ini. Baginya, tantangan terbesar datang dari perubahan meta yang sedang berlangsung.
“Bisa dibilang karena META yang sekarang. META dua sniper ini menyulitkan kami. Kami juga belum nyatu secara in-game. Kami masih tershock setiap perang, jadi komunikasinya belum benar-benar berjalan baik,” jelas Abaax.
Coach Leem menambahkan bahwa persoalan komunikasi di dalam game masih menjadi pekerjaan rumah timnya saat ini. “Masih ada miss komunikasinya,” singkatnya.
Kombinasi Risiko Roster Baru dan Tantangan Meta
Dari penjelasan Coach Leem dan Abaax, terlihat bahwa penurunan performa EVOS Divine bukan murni soal ketergantungan pada satu pemain. Perubahan susunan roster yang belum sepenuhnya solid, ditambah tekanan dari meta dua sniper yang sedang naik daun, menjadi kombinasi yang membuat EVOS harus bekerja ekstra untuk kembali menemukan ritme permainannya.




