Target Week 4 FFWS SEA 2026 Fall: RRQ, EVOS, MBR Adu Prediksi

Cakra

Easterfeeds, Jakarta  Jelang pekan penutup fase reguler, obrolan santai antar pelatih tim Free Fire Indonesia justru membuka gambaran menarik soal peta persaingan Week 4 FFWS SEA 2026 Fall. Bukan cuma soal siapa yang optimistis, tapi juga soal siapa yang lebih memilih realistis melihat risiko di depan mata.

Pertanyaan dari Ilman selaku perwakilan Garena Indonesia cukup sederhana: buat tim yang masih harus bertanding di week terakhir, target posisinya di mana? Dan buat tiga tim Indonesia yang sudah lebih dulu mengamankan tiket lolos, kira-kira posisi berapa yang bisa diraih di jajaran top 6?

RRQ, EVOS, dan MBR Kompak Bercanda Soal Posisi

Coach Ady dari RRQ Kazu menjawab singkat dan tegas, menargetkan posisi satu. Jawaban ini langsung disambut Coach Leem dari EVOS Divine dengan nada bercanda, menempatkan timnya di posisi dua jika RRQ mengklaim posisi puncak.

Coach Tri dari MBR Omega ikut menimpali dengan gaya serupa, memilih posisi tiga. Alasannya pun santai supaya nanti komposisi Grand Final jadi lima-lima dan lebih seru untuk diikuti.

Coach Chrisjo Pilih Tidak Spekulasi Rank

Berbeda dari tiga pelatih sebelumnya, Coach Chrisjo dari Bigetron by Vitality memilih tidak menyebut target posisi secara spesifik. Fokusnya lebih sederhana: memastikan dua tim asal Indonesia yang masih berjuang di Week 4 bisa lolos ke Grand Final.

Coach AFM Ingatkan Realita Pahit Week Terakhir

Coach AFM dari ONIC memberikan sudut pandang yang lebih berhati-hati. Ia mengaku sudah berkali-kali merasakan sendiri betapa sulitnya situasi di week keempat, terutama ketika ada tiga tim yang dipaksa harus lolos ke top 6 sekaligus.

“Sulit kalau tiga tim harus dipaksa lolos top 6, karena dua tim bawahnya selalu berantem.”

Ia mencontohkan pengalaman sebelumnya saat timnya bertabrakan langsung dengan Kagendra dan Vesa, juga dengan SE, dalam situasi serupa. Menurutnya, begitu tiga match awal berjalan dan dua tim mulai struggle, fokus permainan langsung berubah drastis.

“Fokus utama bukan top 6 tapi jangan degradasi dulu. Kalau tiga match awal dua tim struggle, fokusnya sudah ganti saling tabrakan untuk ngejar nggak degradasi. Tapi semoga lolos dua tim.”

Dua Pertaruhan Sekaligus di Week Terakhir

Ilman turut menambahkan konteks penting soal dinamika Week 4 ini. Secara matematis, komposisi pertandingan pekan terakhir sebenarnya lebih ringan karena diisi tiga tim dari posisi terbawah fase sebelumnya.

Namun secara tekanan, situasinya justru tidak lebih mudah. Setiap tim yang bertanding harus menghadapi dua pertaruhan sekaligus mengejar tiket ke Grand Final sekaligus menghindari ancaman degradasi dalam waktu bersamaan.


Buat kalian yang belum dan ingin mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami.

Leave a Comment