Trauma Final Thailand Jadi Pelajaran
Coach AFM mengaku kekhawatiran itu muncul dari pengalaman pahit di final Thailand tahun lalu. Saat itu, rasa percaya diri berlebih usai lolos lebih dulu di fase liga justru membuat tim lengah dan gagal tampil maksimal di partai puncak.
“Kekhawatiran tentunya ada karena belajar dari final Thailand tahun lalu, kita cukup PD lolos pertama di fase liga, tapi anak-anak justru lalai akan hal itu dan membuat kita nggak perform di final.” Coach AFM
Bukan Pemain Baru, Justru Pemain Lama yang Jadi Perhatian
Soal performa pemain baru, POOM, Coach AFM justru menyatakan keyakinan penuh terhadap skill dan gameplaynya yang dinilai sudah cukup stabil. Kekhawatiran yang lebih besar justru datang dari sisi pemain Indonesia, yakni Adam, Putra, dan Crime, yang performanya disebut menurun selama sesi latihan.
“Soal performa pemain baru saya percaya sepenuhnya dengan skill dan gameplay POOM cukup stabil, saya justru lebih khawatir dengan performa pemain Indonesia, Adam, Putra, Crime, karena dari hasil latihan performa mereka menurun.” Coach AFM
Strategi Kejar 110 Poin Lewat Eliminasi
Menyoal target 110 poin di Grand Finals, Coach AFM menjelaskan bahwa angka tersebut bukan target ringan. Ia menghitung bahwa dengan rata-rata perolehan poin normal sekitar 10 poin per match, tim membutuhkan sekitar 11 match untuk mencapainya, sehingga strategi eliminasi menjadi kunci agar target bisa dikejar lebih cepat.
“110 poin itu tidak sedikit, butuh 11 match kalau rata-rata tim hanya bisa kumpulin 10 poin per match, yang mana itu acuan normal poin di FF. Dengan 110, berarti kita butuh gencar mencari poin eliminasi yang banyak agar bisa kejar target 110 di match ke 6-7.” Coach AFM
Persiapan Fisik dan Maintenance Mental
Dari sisi persiapan, ONIC disebut memperhatikan kondisi fisik para pemain lewat asupan vitamin dan aktivitas olahraga. Sementara dari sisi mental, Coach AFM menilai jam terbang tinggi para pemain ONIC saat ini sudah cukup, sehingga fokus tim kini lebih ke menjaga stabilitas agar masalah-masalah kecil tidak berkembang menjadi besar.
“Untuk persiapan tentunya kita memperhatikan kondisi fisik anak-anak dengan membeli vitamin dan olahraga mereka. Sedangkan untuk mental, kita sudah sepenuhnya paham dan percaya anak-anak ONIC sekarang jam terbangnya sudah tinggi. Yang harus kita lakukan adalah maintenance untuk menghindari masalah-masalah kecil yang menjadi besar.” Coach AFM
Dengan kombinasi kepercayaan terhadap pemain baru dan kewaspadaan terhadap penurunan performa pemain lama, ONIC tampak berusaha memastikan tidak ada pengulangan skenario final Thailand ketika mereka melangkah ke Grand Finals kali ini.
Buat kalian yang belum dan ingin mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami.






