Chrisjo Bongkar Rahasia Racik Bigetron Juara FFWS SEA 2026 Fall

Cakra

Easterfeeds, Jakarta  – Gelar juara FFWS SEA 2026 Fall yang direbut Bigetron by Vitality akhir pekan lalu bukan cuma soal Booyah penentu di Game 12. Di baliknya, ada cerita panjang tentang keputusan berat, perdebatan strategi, dan proses menyatukan karakter-karakter berbeda dalam satu tim, yang diungkap langsung oleh sang pelatih, Christian “Chrisjo” Jonathan Pascoal.

Sehari setelah trofi diangkat di Surabaya, Chrisjo duduk bersama tim media Garena untuk berbagi cerita di balik layar kemenangan Bigetron. Mulai dari alasan melepas pemain lama, cara mengelola kapten yang keras kepala, sampai kebiasaan doa malam yang jadi perekat tim menjelang turnamen.

Perjalanan Panjang Bigetron Menuju Trofi FFWS SEA

Chrisjo bergabung dengan Bigetron pada Agustus 2023, setelah sebelumnya menangani ECHO Esports. Awal perjalanannya di Bigetron jauh dari mulus — tim ini sempat terpuruk di posisi ke-12 pada FFWS ID Spring 2024 dan harus membangun ulang dari bawah, bahkan sampai turun kelas bermain di turnamen komunitas.

Kerja keras itu membuahkan hasil ketika Bigetron menjuarai FFWS ID 2024 Fall dengan 115 poin. Namun langkah mereka di FFWS SEA 2024 Fall, yang juga digelar di Surabaya, berhenti di posisi kedelapan. Kekalahan itu menyisakan rasa penasaran yang baru terbayar dua tahun kemudian lewat gelar FFWS SEA 2026 Fall.

Keputusan Berat Melepas Pemain Lama

Salah satu bagian tersulit dari perjalanan ini adalah keputusan Chrisjo melepas sejumlah pemain, termasuk Dhikz dan Joel, demi membentuk susunan yang lebih agresif. Menurutnya, keputusan itu murni datang dari penilaiannya sendiri terhadap kebutuhan tim, bukan dari pihak manajemen.

Chrisjo mengaku sedih secara personal, tapi meyakini perombakan itu perlu dilakukan agar tim punya peluang lebih besar untuk juara. Ia juga menegaskan tidak pernah menganggap kontribusi pemain lama sebagai hal yang tidak berarti, dan tetap menjaga komunikasi baik dengan mereka meski sudah tidak satu tim.

Fellow dan Tiuszz Bawa Gaya Bermain Baru

Masuknya Fellow dan Tiuszz jadi kunci perubahan gaya main Bigetron. Chrisjo menjelaskan, tim membutuhkan pengguna karakter Oscar yang berani mengambil ruang dan mempercepat pengambilan keputusan di lapangan, sesuatu yang berbeda dari gaya main aman yang sebelumnya diterapkan.

Hubungan permainan Fellow dan Tiuszz yang sudah terjalin sejak masa Academy juga jadi pertimbangan penting dalam perombakan roster ini.

Dinamika dengan Kojaa dan Cara Kerja Sama Analis Andre

Chrisjo juga bercerita tentang cara mengelola Kojaa, kapten dengan karakter keras namun sangat rajin berlatih. Perbedaan pendapat soal strategi kerap terjadi di antara keduanya, tapi mereka membangun kesepakatan untuk saling mengalah dan mengambil jeda ketika situasi memanas, dengan struktur otoritas tim yang jelas sebagai penengah.

Di sisi lain, kehadiran analis Andre mengajarkan Chrisjo pentingnya berbagi beban kerja, alih-alih menangani semuanya sendirian seperti sebelumnya.

Pengaruh Keluarga dan Doa Malam Jelang Juara

Latar belakang keluarga yang dekat dengan olahraga turut membentuk filosofi kepelatihan Chrisjo. Sang ayah adalah mantan atlet sekaligus pelatih voli, dan prinsip rotasi pemain ala olahraga voli itulah yang ia terapkan dalam mengatur susunan tim Bigetron di Free Fire.

Menjelang laga penentu, Chrisjo bersama beberapa pemain yang seiman membentuk kebiasaan doa malam bersama. Ia menegaskan tujuannya bukan semata meminta kemenangan, melainkan mempererat kekompakan tim sekaligus menjaga ketenangan mental para pemain.

Fokus Selanjutnya: Turnamen Global

Meski sudah mengamankan gelar Asia Tenggara, Chrisjo menegaskan pekerjaan belum selesai. Bigetron tetap menjalankan agenda latihan dan playtest seperti biasa begitu kembali ke Jakarta, sembari mempersiapkan diri menghadapi turnamen global mendatang bersama susunan pemain yang ada saat ini.


Buat kalian yang belum dan ingin mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami.

Leave a Comment